Sang Inspirator Literasi dari Kota Bumi Wali

Diposting pada

perahulayarkertas.web.id – membaca literasi itu memberikan kenikmatan yang berbeda dalam membaca, kita akan terbawa hanyut dalam setiap frasa kata dan bait-bait yang tersirat dengan makna. Semua orang bisa membuat atau menulis puisi tapi aturan yang dikandung mungkin saja berbeda bobotnya. Sedikit cerita tentang kawan saya semasa kuliah strata 1 yang berbeda dengan hobinya dan ilmu yang diambil.

Menelisik tentang ilmu literasi mungkin mengingat saya dan kawan-kawan yang lain, yaitu tokoh literasi dari kecamatan bangilan yang juga menjadi salah satu menjadi andil bagian dari penyumbang karya literasi di komunitas kali kening, sebut saya beliau Mbah Joyo (Joyo Juwoto). Selain sebagai tokoh literasi yang aktif, juga menjadi penulis buku-buku sastra. Sudah banyak buku-bukunya yang tercetak dan melalang buana dibaca ribuan orang para penikmat seni literasi, kalian penasaran? Kunjungi blog beliau di 4bangilan.blogspot.com dibawah ini merupakan buku yang dikeluarkan :

 

Kedua buku itu dilaunching pada Acara Pameran dan Launching Buku dari Komunitas Kali Kening Di Pendopo Kecamatan Bangilan, Hari Kamis Tanggal 10 September 2017. Salah satu potongan bait puisi mbah joyo

 

Embun Pagi

Hening, tenggelam dalam lorong-lorong malam

Berselimut kabut berkondensasi menjadi embun

Bening  membasuh kumuh wajah malam

Menjelma senyum pagi yang indah berseri

(post artikel : http://4bangilan.blogspot.co.id/2017/09/embun-pagi.html)

 

Dan masih banyak karyanya yang terposting di blog pribadi beliau, sembari menikmati secangkir kopi dan sepiring ubi. Ketika saya hubungi mbah joyo terkait nama judul unik yang diangkat mengibaratkan keakraban dan kesederhanaan orang desa, karena dengan secangkir dan sepiring ubi bisa menambah tali silahturahmi baik tua maupun muda di tempat mbah joyo tinggal.

9 thoughts on “Sang Inspirator Literasi dari Kota Bumi Wali

  1. Semakin membaca kisah tentang mbah Joyo, semakin pula saya ingin bertemu langsung sama beliau.
    Ah, sayang. Dua kali merencakan pertemuan selalu gagal. Mungkin belum jodohnya kali ya. Hikz..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *